PKN STAN. Salah satu perguruan tinggi kedinasan terbaik di Indonesia yang berfokus pada pendidikan di bidang keuangan negara, akuntansi, perpajakan, serta administrasi publik. Kampus ini menjadi pilihan favorit bagi calon mahasiswa yang ingin berkarier di sektor pemerintahan, karena lulusannya memiliki peluang besar untuk langsung ditempatkan di berbagai instansi pemerintah.
Setiap tahunnya, PKN STAN membuka pendaftaran bagi calon mahasiswa baru melalui jalur seleksi nasional sekolah kedinasan. Pada tahun 2026, tersedia berbagai program studi atau jurusan yang dapat dipilih sesuai minat dan potensi masing-masing peserta.
Berdasarkan informasi dari website resmi, Politeknik Keuangan Negara STAN (PKN STAN) adalah perguruan tinggi di lingkungan Kementerian Keuangan yang berada di bawah dan bertanggung jawab kepada Menteri Keuangan melalui Kepala Badan Pendidikan dan Pelatihan Keuangan.
Sebelumnya, institusi ini bernama Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) sebelum bertransformasi menjadi politeknik pada tahun 2015. Seiring perubahan tersebut, PKN STAN terus berkembang, meningkatkan kualitas pendidikan, serta mampu bersaing dengan berbagai perguruan tinggi terkemuka baik di dalam maupun luar negeri.
Sistem Pendidikan dan Biaya Kuliah
PKN STAN (Politeknik Keuangan Negara STAN) menerapkan sistem pendidikan yang berbasis vokasi, yang berfokus pada pengembangan keterampilan praktis dan pemahaman teori yang relevan dengan dunia kerja, terutama dalam pengelolaan keuangan negara. Pendekatan ini sangat berorientasi pada kebutuhan nyata yang dihadapi oleh sektor publik dan lembaga pemerintah, sehingga lulusan dari PKN STAN tidak hanya menguasai teori, tetapi juga siap untuk langsung diterjunkan ke lapangan dengan keterampilan yang telah terasah.
Proses pendidikan di PKN STAN terdiri dari beberapa komponen, yaitu kurikulum akademik yang terstruktur dengan baik, praktikum, dan pengalaman langsung melalui kerja praktek di lembaga pemerintah. Mahasiswa diajarkan untuk memahami prinsip-prinsip dasar pengelolaan keuangan negara, akuntansi sektor publik, manajemen aset negara, serta pajak dan kepabeanan.
Di samping itu, mereka juga dibekali dengan berbagai keterampilan praktis melalui magang dan kerja di lembaga-lembaga pemerintahan yang relevan, seperti Direktorat Jenderal Pajak (DJP), Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC), serta lembaga-lembaga lainnya yang memiliki keterkaitan dengan bidang keuangan negara. Dengan pendekatan ini, PKN STAN berhasil mencetak tenaga kerja yang terampil dan siap menghadapi tantangan dalam pengelolaan keuangan negara.
Selain kurikulum yang dirancang dengan matang, salah satu daya tarik utama dari PKN STAN adalah biaya pendidikan yang sepenuhnya ditanggung oleh negara. Mahasiswa PKN STAN tidak dikenakan biaya SPP atau biaya pendidikan lainnya, karena seluruh biaya operasional pendidikan, termasuk fasilitas, pengajaran, dan pelatihan, ditanggung oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).
Hal ini menjadikan PKN STAN sebagai perguruan tinggi kedinasan yang sangat terjangkau bagi berbagai kalangan, terutama bagi mereka yang berasal dari keluarga dengan latar belakang ekonomi yang lebih sederhana. Sistem pembiayaan ini memungkinkan PKN STAN untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi tanpa membebani mahasiswa dengan biaya kuliah yang tinggi, yang sering menjadi hambatan bagi banyak orang dalam melanjutkan pendidikan tinggi.
Jurusan dan Program Studi yang Tersedia di PKN STAN 2026
Sejak tahun 2021, PKN STAN telah melakukan pembaruan besar dalam kurikulum dan program studi yang ditawarkannya, untuk lebih menyesuaikan dengan kebutuhan pasar kerja dan perkembangan sektor keuangan negara. Pada tahun 2026, PKN STAN menawarkan berbagai program studi yang bertujuan mencetak tenaga profesional yang siap terjun ke dunia kerja, terutama di sektor publik.
Program-program studi ini dirancang untuk memberikan keterampilan praktis yang dibutuhkan dalam pengelolaan keuangan negara dan sektor publik secara umum. Berikut adalah jurusan dan program studi utama yang tersedia di PKN STAN pada tahun 2026:
Program Sarjana Terapan (D-IV) di PKN STAN dirancang untuk menghasilkan tenaga profesional yang memiliki kompetensi di bidang tertentu dalam pengelolaan keuangan negara dan sektor publik. Program D-IV ini mengutamakan penguasaan keterampilan praktis serta teori yang relevan dengan sektor keuangan negara dan kebijakan publik. Berikut adalah beberapa program studi yang tersedia di tingkat Sarjana Terapan:
- Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik
Program studi ini fokus pada pengembangan kompetensi mahasiswa dalam bidang akuntansi yang berhubungan dengan sektor publik. Mahasiswa yang memilih program ini akan mempelajari bagaimana cara menyusun laporan keuangan yang sesuai dengan standar pemerintah, audit sektor publik, dan analisis transaksi keuangan yang dilakukan oleh lembaga pemerintahan. Dengan keterampilan ini, lulusan dapat berperan aktif dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan negara.
Gelar yang diperoleh: Sarjana Terapan Akuntansi Sektor Publik (S.Tr.Ak.).
- Sarjana Terapan Manajemen Keuangan Negara
Program ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan keahlian dalam pengelolaan keuangan negara, pengawasan anggaran, serta penerapan kebijakan fiskal dalam pemerintahan. Mahasiswa akan mempelajari berbagai aspek penting terkait pendanaan negara, seperti anggaran negara, pengelolaan dana publik, dan penyusunan kebijakan fiskal. Program studi ini bertujuan untuk mempersiapkan lulusan yang dapat berperan dalam dan pengawasan keuangan negara secara profesional.
Gelar yang diperoleh: Sarjana Terapan Manajemen Keuangan Negara (S.Tr.MKN).
- Sarjana Terapan Manajemen Aset Publik
Manajemen Aset Publik adalah program yang mengajarkan mahasiswa untuk mengelola aset negara dengan cara yang efisien dan transparan. Dalam program ini, mahasiswa akan mempelajari teknik-teknik inventarisasi, evaluasi, penilaian, serta lelang aset publik yang dimiliki oleh negara. Mahasiswa juga akan diberikan keterampilan untuk melakukan analisis terhadap pengelolaan aset dan memberikan rekomendasi yang sesuai dengan kebutuhan pembangunan negara. Program ini cocok bagi mereka yang ingin berkarir di sektor pengelolaan aset negara dan bertanggung jawab dalam optimalisasi penggunaan aset untuk kemajuan negara.
Gelar yang diperoleh: Sarjana Terapan Manajemen Aset Publik (S.Tr.MAP).
Program Diploma III (bertahap/khusus)
Selain program Diploma IV, PKN STAN sebelumnya juga menyediakan program Diploma III dalam berbagai disiplin seperti:
-
Diploma Akuntansi
-
Diploma Pajak
-
Diploma PBB/Penilai (Pajak Bumi dan Bangunan / Penilaian)
-
Diploma Kepabeanan dan Cukai
-
Diploma Kebendaharaan Negara
-
Diploma Manajemen Aset
Namun perlu dicatat bahwa program Diploma III saat ini mungkin belum dibuka secara umum untuk pendaftaran baru, dan pembukaan peserta biasanya berdasarkan kebijakan tahunan PKN STAN.
Daya tampung (kuota) untuk beberapa jurusan D-IV pada tahun 2026 adalah sebagai berikut:
-
Akuntansi Sektor Publik: 120 orang
-
Manajemen Aset Publik: 80 orang
-
Manajemen Keuangan Negara: 300 orang
(termasuk jalur reguler, afirmasi wilayah, dan pembibitan)
Baca juga tentang : Panduan Lengkap Akademi Militer: Jurusan, Syarat Masuk, Pangkat Taruna, hingga Gaji & Tunjangan
Seleksi Masuk PKN STAN 2026
Untuk menjadi mahasiswa di PKN STAN 2026, calon pendaftar harus mengikuti proses seleksi yang ketat dan terstruktur. Proses ini dilakukan melalui SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) yang terintegrasi dengan SSCASN (Sistem Seleksi Calon Aparatur Sipil Negara) yang dikelola oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN). Seiring dengan sistem yang semakin terintegrasi, proses seleksi PKN STAN melibatkan serangkaian tes yang mencakup aspek akademik, keterampilan, kesehatan, dan psikologi calon peserta. Setiap tahunnya, jumlah pendaftar PKN STAN selalu sangat tinggi, sehingga proses seleksi menjadi sangat kompetitif. Oleh karena itu, sangat penting bagi calon mahasiswa untuk mempersiapkan diri secara matang agar dapat memenuhi standar yang ditetapkan.
A. Persyaratan Umum Pendaftaran
Sebelum mengikuti seleksi, calon pendaftar harus memenuhi beberapa persyaratan umum yang biasanya diberlakukan setiap tahunnya. Beberapa persyaratan tersebut antara lain:
-
Lulusan SMA/MA/SMK Sederajat
Calon mahasiswa yang ingin mendaftar di PKN STAN harus merupakan lulusan SMA/MA/SMK sederajat yang telah lulus pada tahun yang ditentukan oleh panitia seleksi. Beberapa jurusan atau program studi tertentu mungkin memiliki batasan usia maksimal atau tahun kelulusan yang berlaku, sehingga calon pendaftar perlu memeriksa pengumuman terkait setiap tahun. -
Nilai Rata-Rata Raport dan Ijazah
Calon pendaftar juga harus memenuhi persyaratan terkait nilai rata-rata rapor atau ijazah pada mata pelajaran tertentu, terutama Bahasa Inggris dan Matematika. Setiap program studi di PKN STAN biasanya memiliki kriteria nilai minimum yang harus dipenuhi oleh calon mahasiswa. Nilai ini menjadi salah satu faktor penentu apakah seseorang layak mengikuti tahap seleksi lebih lanjut. Biasanya, nilai yang diminta berkisar di atas angka 70 pada mata pelajaran inti. -
Usia dan Status Perkawinan
Pada umumnya, calon mahasiswa PKN STAN tidak diperbolehkan menikah sebelum masa studi mereka selesai. Selain itu, terdapat juga persyaratan fisik dan batasan usia tertentu yang harus dipenuhi. Sebagai contoh, calon pendaftar umumnya harus berusia antara 17 hingga 22 tahun pada saat mendaftar. Adanya aturan ini bertujuan untuk memastikan bahwa mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian pendidikan tanpa terhalang oleh tanggung jawab lain yang lebih berat seperti pernikahan atau pekerjaan.
Sebagai catatan, aturan seleksi dan persyaratan pendaftaran dapat berubah setiap tahunnya. Oleh karena itu, calon mahasiswa disarankan untuk selalu memeriksa pengumuman resmi dari PKN STAN dan Kementerian Keuangan mengenai syarat dan ketentuan terbaru yang berlaku pada tahun pendaftaran.
B. Tahapan Seleksi Masuk PKN STAN
Proses seleksi PKN STAN 2026 terdiri dari beberapa tahapan yang harus dilalui oleh calon pendaftar. Berikut adalah alur dan penjelasan rinci mengenai tahapan seleksi yang harus diikuti:
-
Seleksi Administrasi
Tahap pertama adalah seleksi administrasi. Pada tahap ini, calon pendaftar diminta untuk mengunggah berbagai dokumen yang diperlukan, seperti ijazah, rapor, KTP, serta dokumen lainnya yang menjadi syarat pendaftaran. Setelah mengunggah dokumen, panitia seleksi akan memverifikasi kelengkapan dan kebenaran data yang diberikan oleh pendaftar. Jika semua dokumen telah sesuai dan lengkap, maka calon pendaftar akan lolos ke tahap berikutnya. -
Tes SKD (Seleksi Kompetensi Dasar) menggunakan CAT BKN
Setelah lolos seleksi administrasi, calon mahasiswa PKN STAN akan mengikuti Tes Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). Tes ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) yang dikelola oleh BKN. Tes SKD terdiri dari beberapa bagian, antara lain:-
Tes Intelegensi Umum (TIU): Mengukur kemampuan berpikir logis, numerik, verbal, serta penalaran logika umum.
-
Tes Karakteristik Pribadi (TKP): Menilai sikap dan perilaku calon peserta terhadap pekerjaan serta kemampuan dalam bekerja sama dan berkomunikasi.
-
Tes Wawasan Kebangsaan (TWK): Menguji pengetahuan calon peserta tentang Pancasila, UUD 1945, dan wawasan kebangsaan.
-
Tes ini bertujuan untuk mengukur kemampuan dasar peserta dalam menghadapi tantangan di dunia pendidikan dan pekerjaan yang akan dijalani di PKN STAN. Hanya mereka yang lolos dalam seleksi SKD yang akan dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya.
-
Tes Akademik dan Psikologi
Setelah berhasil melewati tes SKD, calon pendaftar akan mengikuti Tes Akademik yang mengukur kemampuan intelektual calon mahasiswa dalam bidang Matematika, Bahasa Inggris, serta pengetahuan umum yang relevan dengan program studi yang dipilih. Tes ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa memiliki dasar pengetahuan yang cukup untuk menjalani pendidikan di PKN STAN. Selain itu, terdapat Tes Psikologi yang bertujuan untuk mengevaluasi kemampuan berpikir, kecerdasan emosional, serta karakter psikologis calon mahasiswa yang akan bekerja di sektor pemerintahan. -
Tes Kesehatan dan Kebugaran
Setelah lulus tes akademik dan psikologi, peserta akan menjalani Tes Kesehatan dan Kebugaran. Tes ini bertujuan untuk memastikan bahwa calon mahasiswa memiliki kondisi fisik yang memadai untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan yang intensif di PKN STAN. Tes ini meliputi pemeriksaan kesehatan fisik secara umum (seperti pemeriksaan mata, darah, dan jantung) serta tes kebugaran seperti lari dan sit-up. Kondisi kesehatan dan kebugaran yang baik sangat penting, mengingat mahasiswa PKN STAN akan menjalani kegiatan akademik yang padat dan beragam, termasuk praktikum lapangan dan magang. -
Wawancara dan Pantukhir
Tahap terakhir dalam seleksi masuk PKN STAN adalah Wawancara dan Pantukhir. Pada tahap ini, calon peserta diwawancarai untuk mengukur kemampuan komunikasi, motivasi, dan keseriusan mereka dalam mengikuti pendidikan di PKN STAN. Wawancara ini juga menjadi kesempatan bagi panitia seleksi untuk mengevaluasi apakah calon mahasiswa memiliki komitmen yang kuat untuk berkarier di sektor publik dan bersedia menjalani pendidikan yang sangat kompetitif.
Pada tahap Pantukhir, calon peserta yang sudah lolos dari tahapan sebelumnya akan melalui penilaian akhir, dan panitia seleksi akan memutuskan apakah calon mahasiswa dapat diterima atau tidak di PKN STAN. Jika semua tahapan seleksi berhasil dilewati dengan baik, maka calon mahasiswa resmi dinyatakan lulus seleksi dan berhak mengikuti pendidikan di PKN STAN.
Prospek Kerja Lulusan PKN STAN
Salah satu daya tarik utama dari PKN STAN adalah prospek kerja yang sangat luas dan menjanjikan bagi lulusannya. Hal ini menjadi alasan mengapa setiap tahunnya, ribuan calon mahasiswa berkompetisi untuk bisa diterima di perguruan tinggi kedinasan yang memiliki reputasi tinggi ini. Lulusan PKN STAN tidak hanya dipersiapkan untuk menghadapi dunia kerja, tetapi juga memiliki keunggulan kompetitif karena pendidikan vokasi yang langsung disesuaikan dengan kebutuhan sektor publik serta regulasi pemerintahan. Berikut adalah prospek karier yang dapat diikuti oleh lulusan PKN STAN di sektor publik maupun sektor swasta.
A. Penempatan di Pemerintahan
Sebagai perguruan tinggi yang berada di bawah naungan Kementerian Keuangan Republik Indonesia, lulusan PKN STAN memiliki peluang karier yang sangat besar di lingkungan pemerintah. Berikut adalah beberapa instansi pemerintah yang sering menjadi tempat penempatan lulusan PKN STAN:
-
Direktorat Jenderal Pajak (DJP)
Lulusan PKN STAN yang memilih jalur ini berperan dalam merumuskan dan melaksanakan kebijakan perpajakan yang berlaku di Indonesia. Mereka akan terlibat dalam analisis penerimaan negara, pemungutan pajak, serta pemeriksaan terhadap kewajiban pajak yang dilakukan oleh wajib pajak. Lulusan dapat ditempatkan di berbagai unit yang menangani sektor pajak, baik di tingkat pusat maupun daerah, serta berperan dalam mengawasi kepatuhan perpajakan di Indonesia. Sebagai tenaga profesional, mereka juga akan membantu mendukung reformasi perpajakan yang ada di negara ini. -
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC)
Direktorat Jenderal Bea dan Cukai adalah salah satu unit di Kementerian Keuangan yang memiliki peran penting dalam pengawasan arus barang impor dan ekspor. Lulusan PKN STAN yang bekerja di DJBC akan menjadi petugas kepabeanan dan cukai yang memiliki tugas mengawasi barang-barang yang keluar dan masuk ke Indonesia melalui pelabuhan dan bandara. Mereka juga berperan dalam memastikan kepatuhan terhadap peraturan bea cukai serta meminimalkan penyelundupan barang ilegal. Pekerjaan ini sangat strategis karena berkaitan langsung dengan pendapatan negara dan keamanan ekonomi nasional. -
Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN)
Salah satu tugas utama DJKN adalah pengelolaan aset negara, baik berupa barang bergerak maupun tidak bergerak. Lulusan PKN STAN yang menempuh pendidikan di bidang manajemen aset akan berperan dalam mengelola dan mengawasi piutang negara, serta membantu dalam proses lelang aset yang dimiliki oleh negara. Dalam hal ini, mereka bertanggung jawab untuk memastikan bahwa seluruh aset negara terkelola dengan baik dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. Lulusan PKN STAN yang bekerja di DJKN memiliki kontribusi penting dalam meningkatkan efisiensi penggunaan aset negara untuk kepentingan pembangunan nasional. -
Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPBN)
Direktorat Jenderal Perbendaharaan memiliki peran utama dalam pengelolaan anggaran negara dan penyaluran dana pemerintah ke berbagai sektor. Lulusan PKN STAN yang ditempatkan di DJPBN bertugas mengelola belanja negara, mengawasi penyaluran dana kepada instansi pemerintah, serta mengontrol penggunaan dana yang sudah dialokasikan dalam anggaran negara. Selain itu, mereka juga akan membantu dalam perencanaan anggaran untuk kegiatan pemerintah pusat dan daerah, serta mendukung proses pengelolaan fiskal yang transparan dan efisien.
Selain instansi di atas, lulusan PKN STAN juga dapat ditempatkan di berbagai lembaga pemerintah lainnya, antara lain:
-
Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas): Berperan dalam merencanakan dan mengembangkan program pembangunan jangka panjang untuk negara.
-
Badan Pemeriksa Keuangan (BPK): Lulusan PKN STAN yang memiliki kompetensi di bidang audit akan berperan dalam melakukan audit terhadap pengelolaan keuangan negara.
-
Pemerintah Daerah (Pemda): Lulusan PKN STAN yang ditempatkan di unit keuangan dan aset daerah akan berperan dalam pengelolaan anggaran dan aset daerah.
-
Kementerian/Lembaga lainnya: Berdasarkan kompetensi yang dimiliki, lulusan PKN STAN juga dapat bekerja di berbagai kementerian dan lembaga pemerintah lainnya sesuai dengan kebutuhan dan jabatan yang tersedia.
B. Karier di Sektor Swasta dan BUMN
Walaupun PKN STAN lebih dikenal dengan orientasi pada sektor publik, lulusan juga memiliki peluang untuk berkarier di sektor swasta dan BUMN (Badan Usaha Milik Negara), khususnya di posisi yang membutuhkan keahlian dalam akuntansi, keuangan, pajak, dan manajemen aset. Berikut adalah beberapa contoh peluang karier di luar pemerintahan:
-
Konsultan Keuangan atau Pajak
Lulusan PKN STAN yang memiliki pemahaman mendalam tentang perpajakan dan akuntansi sektor publik bisa bekerja sebagai konsultan pajak atau konsultan keuangan di berbagai perusahaan konsultan. Sebagai konsultan, mereka akan memberikan nasihat pajak, perencanaan pajak, serta strategi manajemen keuangan bagi perusahaan-perusahaan besar yang beroperasi di Indonesia. Mereka juga bisa terlibat dalam proses audit pajak dan membantu perusahaan memastikan kepatuhannya terhadap regulasi perpajakan yang berlaku. -
Analis Keuangan di Perusahaan Besar
Banyak perusahaan besar, baik di dalam maupun luar negeri, yang memerlukan tenaga analis keuangan yang terampil untuk membantu mereka merencanakan dan mengelola keuangan perusahaan. Lulusan PKN STAN yang menguasai konsep-konsep seperti pengelolaan arus kas, analisis laporan keuangan, serta perencanaan anggaran bisa bekerja sebagai analis keuangan di bank, perusahaan asuransi, atau perusahaan investasi. -
Audit Internal pada Perusahaan Swasta
Salah satu posisi yang dapat diisi oleh lulusan PKN STAN di sektor swasta adalah sebagai audit internal. Dalam posisi ini, mereka bertanggung jawab untuk mengawasi dan memeriksa laporan keuangan perusahaan, memastikan bahwa proses-proses operasional perusahaan berjalan dengan baik, dan memastikan bahwa perusahaan tidak terlibat dalam praktik-praktik yang tidak sesuai dengan regulasi yang berlaku. -
Manajemen Aset dan Valuasi di Perusahaan BUMN
Lulusan PKN STAN yang memiliki latar belakang di bidang manajemen aset dan valuasi dapat bekerja di BUMN yang bergerak di bidang pengelolaan aset. Mereka akan terlibat dalam proses penilaian aset yang dimiliki oleh perusahaan BUMN, serta membantu dalam pengelolaan portofolio aset yang ada. Posisi ini sangat penting karena aset BUMN sering kali menjadi bagian penting dalam keberlanjutan operasional perusahaan.
Peluang Emas Lulusan PKN STAN di Berbagai Sektor
Lulusan PKN STAN memiliki prospek kerja yang sangat luas, baik di sektor pemerintahan maupun di sektor swasta dan BUMN. Di sektor pemerintahan, mereka dapat bekerja di berbagai unit strategis Kementerian Keuangan, seperti Direktorat Jenderal Pajak, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, serta Direktorat Jenderal Kekayaan Negara. Selain itu, lulusan PKN STAN juga memiliki peluang untuk berkarier di Bappenas, BPK, dan lembaga-lembaga pemerintah lainnya.
Di sektor swasta dan BUMN, lulusan PKN STAN juga bisa mengisi posisi-posisi penting seperti konsultan keuangan dan pajak, analis keuangan, serta audit internal. Dengan keahlian yang mereka miliki dalam bidang akuntansi, pajak, dan manajemen keuangan, lulusan PKN STAN sangat diminati oleh berbagai perusahaan besar yang membutuhkan tenaga profesional di bidang tersebut. Berkat pendidikan vokasi yang relevan dengan kebutuhan sektor publik dan regulasi pemerintahan, PKN STAN menjadi salah satu lembaga pendidikan kedinasan terbaik yang memiliki tingkat penyerapan kerja yang sangat tinggi di Indonesia. coba list judulnya.
Terakhir Diperbarui : Rabu, 04 Maret 2026
Referensi penulisan :
- Website Resmi PKN STAN, Beranda diakses 04 Maret 2026.
- Website Resmi PKN STAN, Pendidikan diakses 04 Maret 2026.
- Website Resmi PKN STAN, Jurusan Akuntansi Sektor Publik diakses 04 Maret 2026.
- Website Resmi PKN STAN, Jurusan DIII Akuntansi diakses 04 Maret 2026.
- Website Resmi Detik.com, Daftar 8 Jurusan di PKN STAN Mau Pilih Apa Di Seleksi Tahun Depan diakses 04 Maret 2026.
